Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) telah sukses menyelenggarakan acara rutin Pertemuan Ilmiah Khusus (PIK) PDPI XVIII 2025 pada tanggal 4-6 September 2025 di Yogyakarta. Acara ini diikuti oleh sekitar 1.500 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas lebih dari 900 dokter spesialis paru, dokter umum serta dokter dari berbagai disiplin ilmu lain seperti spesialis anak dan penyakit dalam.

Mengusung tema “Resilient Lungs, Resilient Nation : Strengthening Respiratory Care in a Multitude of Challenges”, PIK PDPI XVIII 2025 menegaskan bahwa kesehatan respirasi memiliki peran krusial dalam membangun masa depan bangsa yang kuat dan berkelanjutan. Tema ini menjadi relevan di tengah berbagai tantangan kesehatan, lingkungan, dan sosial yang terus berkembang.
Kegiatan PIK PDPI XVIII dimulai pada 4 September 2025 dengan pelaksanaan sepuluh workshop ilmiah yang diikuti sekitar 300 peserta. Rangkaian acara berlanjut pada 5–6 September yang diisi dengan simposium, presentasi poster, senam asma, serta berbagai lomba lainnya baik pada kategori ilmiah dan non-ilmiah.



Dalam kesempatan ini, PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo-RS UNAIR berhasil meraih pencapaian yang membanggakan antara lain enam juara pada kategori kompetisi poster, dua peserta terbaik pada workshop critical care dan interstitial lung disease serta meraih juara kedua dalam lomba short movie. Selain itu, staf pengajar program studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Prof. Laksmi Wulandari, dr., Sp.P(K), mendapatkan penghargaan PDPI Awards 2025 Kategori Bidang Pendidikan.






Prestasi tersebut mencerminkan standar akademik dan riset yang tinggi di Universitas Airlangga, serta komitmen yang kuat dalam mengembangkan tenaga medis yang kompeten dan siap menghadapi tantangan kesehatan respirasi yang semakin kompleks. Partisipasi aktif dan keberhasilan yang diraih para PPDS maupun staf pengajar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo-RS UNAIR pada PIK PDPI XVIII 2025 semakin memperkuat reputasi Unair sebagai institusi pendidikan dan pusat inovasi kedokteran yang berdaya saing baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan ilmu kedokteran dan kesehatan di Indonesia.



